Sunday, April 10, 2016

Mengapa Orang Superkaya Amerika tak masuk Panama Paper ?

Tulisan Bang Jusman Syafii Djamal

Mengapa Orang Superkaya Amerika tak masuk Panama Paper ?


Kebetulan saya punya junior di ITB, Indra Gautama yang sudah lima belas tahun tinggal di Amerika, jadi pertanyaan itu saya ajukan padanya. Tadinya saya ikuti logika Presiden Putin dan Petinggi China yang bilang panama paper ini kan yang membobol serta menyebar luaskannya dari Barat atau buatan hackers Amerika jadi wajar kalau tidak ada nama orang Amerika disana. Yang diserang hanyalah yang non Amerika.
Panama Paper ini teridiri 11,5 juta dokumen yang tersimpan di data basenya Monceca Fonseca. Ada 4,8 juta email. 3 juta database.2,2 juta file pdf. 1,1 juta imej dan 320 ribuan text document dibobol isinya. Akibatnya mirip peristiwa wikileaks. Bikin geger jagat politik ekonomi dunia. Perdana Menteri Islandia mengundurkan diri, karena ada nama isterinya disana. PM Inggris David Cameron sibuk menjelaskan posisi , karena ada nama orang tuanya dalam daftar tersebut. Begitu juga Presiden Putin agak blingsatan karena ada nama teman karibnya disana. China dan Indonesia juga dibuat geger oleh munculnya Panama Paper ini.
Yang adem ayem dan tenang hanya orang super kaya dan pemimpin politik di Amerika. Tadinya saya ingin mencari apa nama Donald Trump ada disana ? Atau Bill Gate ? Ternyata tidak ada. Tidak satupun orang Amerika yang menngungsikan kekayaannya di luar Negeri untuk menghindari pajak di Negaranya. Padahal Amerika katanya adalah negara yang hidup dari pajak. Mengapa ?
Melalui wa teman saya Indra Gautama malam malam mengirim sebuah tulisan dari Market Watch. Dalam kolom opinion ada tulisan berjudul :"America's super rich are hiding trillions of dollars in plain sight". Karya Brett Arends yang dipublish 7 April 2016 jam 12.52.pm. Pesannya singkat "Bang Jusman ini ada tulisan bagus, bisa dijadikan lesson learned dalam facebook abang". Ha ha dia tau juga kalau hari sabtu ngga ada kegiatan, tangan saya gatal menulis fb. Sebagai rasa terima kasih kiriman artikelnya saya sarikan untuk dishare disini.
Orang super kaya Amerika kata tulisan itu tak perlu mencari humberger di Panama, sebab di Amerika sudah ada "steak" yang lebih lezat. Kongres dan para Senator penulis undang undang pajak di Amerika memang dengan sengaja mendisain aturan pajak yang memanjakan orang super kaya dan orang yang miskin. Yang pajaknya tinggi bukan pemilik asset akan tetapi mereka yang mempunyai pendapatan atau income yang amat besar.
Income adalah objek pajak. Kekayaan bukan objek pajak. Seseorang yang memiliki income atau pendapatan 50,000 dollar per tahun pastilah harus membayar pajak pendapatan, baik yang dipungut negara federal maupun negara bagian. Akan tetapi mereka yang memiliki asset 10 milyar dollar tak perlu bayar pajak sepeserpun. Karenanya mereka yang super kaya di Amerika bisa membeli lukisan masa lalu untuk menyimpannya. Membeli rumah di Manhattan untuk memelihara gedung gedung tua. Dan menjadikannya sebagai asset bukan income. Jika ingin membayar operasi sehari hari mereka bisa dengan hidup melalui kredit bank dengan jaminan harta bendanya yang tanpa pajak.
Disana seolah tidak ada skandal karena orang super kaya tidak perlu menghindari pajak atau tax avoidance. Harta bendanya bisa disimpan dengan terang benderang kasat mata tanpa ada orang yang mengganggu.
Jika harta yang bebas pajak itu ingin ditukar menjadi uang cash, pajak penghasilan karena proses jual beli harta itu atau capital gain yang diperoleh kena pajak sebesar 20 %. Jika ingin diwariskan kepada anak cucunya juga para konsultan pajak yang legal bisa menyusun rekomendasi agar anak cucunya tidak kehilangan harta dan tak membayar pajak serta pungutan ini dan itu terlalu besar. Tak heran disana ada dynansti Rockefeller, Ford, Boeing, Bush, Kennedy dan lain sebagainya. Orang kaya lama. Sementara orang kaya baru seperti Mark Elliot Zuckerberg dalam usia 32 tahun dengan kekayaan lebih dari 12 Milyar Dollar muncul melalui inovasinya.
Jika harta tersebut digunakan untuk menciptakan lapangan kerja mereka juga akan diberi insentip dengan pajak yang lebih murah sebesar 15,3 %, itupun masih dapat dibuat lebih ringan dengan keahlian para konsultan pajak yang dapat mengatur nya menjadi potongan pajak yang telah dibayarkan oleh para pekerja yang digaji dari hasil usaha itu.
Selain upaya untuk menciptakan lapangan kerja sebagai tata cara Orang super kaya di Amerika menghindari pajak di Negarana. Mereka juga bisa menggunakan skema pendirian badan amal atau charity foundation. Tak heran jika salah seorang paling kaya di dunia yakni Bill Gate dan Melinda mendirikan Yayasan untuk memberantas penyakit dan mengalokasikan dana untuk memerangi penyakit yang melanda orang miskin diseluruh dunia. Begitu juga yang lain. Badan amal atau charity foundation adalah cara legal yang elegan untuk mengurangi pajak.
Dengan kata lain jika ada orang super kaya di Amerika ingin mendapatkan "tax heaven" mereka tak perlu mencari Virgin Island atau tempat lainnya. Tax heaven ada di Negaranya sendiri. Mengapa mesti makan di restoran jika dirumah tersedia makan siang dan malam yang enak karena isteri pintar memasak.
Dari contoh di Amerika ini kita sebetulnya dapat pelajaran berharga. Membuat aturan pajak itu tidak perlu meniru VOC yang menyebabkan Diponegoro marah dan angkat senjata, sebab tanah kuburan orang tua dan leluhurnya pun ingin dikenakan pajak oleh VOC. Kita juga tak perlu membuat aturan pajak bumi dan bangunan yang telah menjadi harta para pensiunan dengan pungutan pbb yang semakin lama semakin meroket. Sehingga para orang kaya lama di Jakarta terpaksa tergusur dari Menteng dan pindah ke pinggiran kota.
Indonesia memerluka pajak tentu semua orang sefaham. Kita kekurangan orang membayar pajak jelas diketahui.
Tapi jika semua kesempatan orang super kaya untuk menciptakan lapangan kerja juga ikut dipersukar dengan pajak ini dan itu tentu perlu ada kecerdasan disini. Saya kebetulan bukan ahli pajak dan tidak mengetahui seluk beluk tentang pajak. Akan tetapi sebagai seorang insinyur tentu ada keinginan agar di Indonesia mampu menjadi "surga nya para insinyur", yang dapat bekerja dipelbagai industri yang ada.
Menurut hemat saya dengan aturan pajak perusahaan yang semakin hari semakin tinggi. tak mungkin di Indonesia tumbuh industri yang baik. Sebab, semua mata rantai "value added" seolah ada pungutan pajaknya. Bahkan ada pungutan parkir dan pungutan pajak lampu jalan jika kita mendirikan industri di kawasan industri. Begitu juga makin bagus airport atau bandara makin besar pula "airport tax" nya.
Kita seolah menjadikan para industriawan dan para saudagar sebagai kuda beban. Tak peduli apakah ia kuda yang ringkih atau masih segar bugar. Mungkin itu salah satu alasan mengapa ada orang Indonesia yang terpaksa mencari Virgin Island dan masuk kedalam Panama Paper.
Meski dari seorang teman alumni itb yang kebetulan namanya masuk daftar panama paper saya juga jadi tau ternyata ada orang yang terdaftar di panama paper belum tentu itu merupakan kejahatan pula. Salah satu alasannya adalah krisis ekonomi. Bagi semua pengusaha yang hidup tahun 1997 dan 1998 ketika krisis Asia juga mengalami masa sulit berusaha, letter credit yang diterbitkan tidak laku, credit card yang dibuat di Indonesia sukar digunakan di luar Negeri dan banyak kendala lain akibat kredibilitas sistem keuangan Indonesia dimasa itu berada dititik nadir. Semua pengusaha ketika itu hanya punya satu jalan untuk bertransaksi secara internasional yakni mendirikan "SPV", Special Purpose Vechicle.
Meski kita juga tak menutup mata mungkin saja ada orang yang masuk dalam daftar panama paper yang perlu diselidiki petugas pajak dan penegak hukum apa yang sesungguhnya terjadi.
Dengan kata lain, melalui tulisan yang dikirim dalam wa teman saya Indra yang kini bekerja di Amerika itu kita bisa sedikit mengerti mengapa orang super kaya Amerika tidak masuk dalam daftar panama paper.
Salah satu sebabnya adalah tata aturan dan tatakelola sistim pajak disana yang memang dirancang oleh Kongres untuk diarahkan memanjakan orang super kaya agar mereka dapat menciptakan lapangan kerja dan pelbagai kegiatan badan amal yang mampu membuat gap kaya miskin semakin menyempit.
Dan sistim pajak juga tidak menyentuh mereka yang sedang bangkrut, menganggur dan tak punya income. Tak heran jika Universitas di Amerika memiliki "dana abadi yang luar biasa besar" sebab donasi ke Universitas adalah bagian dari "tax heaven". Begitu juga mengapa banyak "angel investor" dan hedge funds di Silicon Valley, sebab menjadi investor bagi para pengembang teknologi juga bagian dari upaya untuk mendapatkan insentip pajak.
Mungkin saja pendekatan Amerika msih banyak yang tidak sempurna. Akan tetapi dasar pendekatan ini dapat dijadikan salah satu percontohan. Dimana undang undang pajak dibuat sedemikian rupa dengan maksud untuk memberi ruang pada upaya kita bersama meningkatkan lapangan kerja, mendirikan industri dan penciptaan jumlah saudagar yang dapat meningkatkan jumlah penerimaan pajak.
Jika di Indonesia bisa jadi "tax heaven", jika di Indonesia ada aturan pajak yang dapat meringankan beban pajak jika dana dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan kerja, donasi pada universitas, pendirian badan amal dan pesantren serta kegiatan menyentuh aktivitas yang mempersempit kaya miskin dapat dijadikan bagian dari insentif pajak. Mengapa perlu orang Indonesia lari ke Panama ?
Saya tdak tau pasti tentang kendalanya sebab saya bukan ahlinya. Apa saya keliru, wallahu alam. in just food for thought.
Mudah mudahan berkenan. Salam...

Friday, March 11, 2016

GOOD ADVICE TO LIVE BY

GOOD ADVICE TO LIVE BY

If you want your dreams to come true, don't oversleep. 

The smallest good deed is better than the grandest intention. 

Of all the things you wear, your expression is the most important. 

The best vitamin for making friends....B1. 

The 10 commandments are not multiple choice. 

The happiness of your life depends on the quality  of your thoughts. 

Minds are like parachutes...they function only when open. 

Ideas won't work unless YOU do. 

One thing you can't recycle is wasted time. 

One who lacks the courage to start has already finished. 

The heaviest thing to carry is a grudge. 

Don't learn safety rules by accident. 

We lie the loudest when we lie to ourselves. 

Jumping to conclusions can be bad exercise. 

A turtle makes progress when it sticks it's head out.

One thing you can give and still keep...is your word. 

A friend walks in when everyone else walks out. 

AND FINALLY... 

The pursuit of happiness is the chase of a lifetime!!!

-- Author Unknown

GOOD WAY TO START THE DAY

GOOD WAY TO START THE DAY

Dear God,

I'm writing to say I'm sorry
For being angry yesterday
When you seemed to ignore my prayer
And things didn't go my way

First, my car broke down
I was very late for work
But I missed that awful accident
Was that your handiwork?

I found a house I loved
But others got there first
I was angry, then relieved
When I heard the pipes had burst!

Yesterday, I found the perfect dress
But the color was too pale
Today, I found the dress in red
Would you believe, it was on sale!

I know you're watching over me
And I'm feeling truly blest
For no matter what I pray for
You always know what's best!

I have this circle of E-mail friends,
Who mean the world to me;
Some days I "send" and "send",
At other times, I let them be.

When I see each name download,
And view the message they've sent;
I know they've thought of me that day,
And "well wishes" were their intent.

I am so blessed to have these friends,
With whom I've grown so close;
So this little poem I dedicate to them,
Because to me they are the "Most"!

So to you, my friends, I would like to say,
Thank you for being a part;
Of all my daily contacts,
This comes right from my heart.

God bless you all is my prayer today,
I'm honored to call you "friend";
I pray the Lord will keep you safe,
Until we write again.


God Bless You

HOW TO BE A GODLY EMPLOYEE

HOW TO BE A GODLY EMPLOYEE
(based on the 10 Commandments)

1. Trust in God only.
Trust in no one but GOD. People will disappoint you. God created you and has a wonderful plan for your life. He is too good to do wrong, and too wise to make a mistake. Let His peace abide in you. (Proverbs 3 :5-6)

2. Worship God only.
Don't make your career, your company, or your boss a god. If you do, you will provoke Him to jealously and will end up fighting Him. In fact, He may hinder you from achieving what you want until you are broken of the idolatry. (Exodus 20:5).

3. Use God's Name Reverently.
Don't swear!! Clean words come out of a clean heart! If your co-workers know that you are a Christian, but they hear the Lord's Name used in vain, or cursing and swearing from your mouth, you will give the appearance of being a hypocrite. Matthew 15:17-19).

4. Work Six Days and Rest on the Seventh.
Before you beg for more vacation time, ask yourself a few questions, "Do you honor the Sabbath?" God has already given you 52 days of time off that equates to seven weeks. "Are your expectations for work, vacation, and retirement realistic?" By resting one day a week, you can avoid burnout. (Genesis 3:17-19).

5. Respect and Obey Your Boss.
You should respect and obey your boss, because you don't know what it's like to be in their shoes. Plus, your ultimate boss is the Lord. Serve Him faithfully on the job, and He will bless you. However, if your boss commands you to do something illegal or immoral, you must make a stand and obey God rather than man. (Ephesians 6:5-8).

6. Protect and Respect Human Life.
Emotional, mental, physical, and spiritual manipulation, abuses and violence have no place in the workplace...or any place. You do not have the right to use and abuse your boss, co-workers, employees, customers, or suppliers. (1 Thessalonians 3:1-2).

7. Be True to Your Spouse.
If you are not getting the kind of attention that you feel you deserve at home, it's common to seek it with someone at work. Honor your wedding vows by avoiding company romances! They are very tempting, very real, and very common. They are also very wrong and very destructive. (Matthew 19:8-9).

8. Do Not Take What Belongs to Others.
Stealing at work can take many forms. You can choose to steal materials, money, time, productivity , and joy from your employer and others. Do not remove your integrity by stealing. (II Corinthians 7:1-2).

9. Do Not Lie About Others.
Do not fabricate stories about your boss, co-workers, and spread gossip for the sake of company politics. You are here to be the salt and the light, not the pepper and the darkness!! Truth always rises to the surface, and eventually you will be ashamed and rebuked if you lie. (II Peter 2: 10-13 ).

10. Be Satisfied With What You Have.

Contentment doesn't mean that you cannot pursue God-given goals, but it does mean that you are content with what He has provided you with, day after day. Contentment is a rare quality in today's culture, but it is extremely liberating! Materialism, striving for rank , backstabbing, and discontent lead to emotional, mental, financial, and spiritual bondage. (I Timothy 6:6-11 ).

12 RAHASIA AWET MUDA MENURUT ALKITAB

12 RAHASIA AWET MUDA MENURUT ALKITAB
• 1. Hadapilah segala masalah dengan santai dan tenang.(1 KOR 10 : 13)

• 2. Bersedih hati janganlah terlalu berkepanjangan. (NEH 8 : 10 ; ROM 12 : 12 ; PKH 3 : 1 - 1l)

• 3. Aktiflah dalam kerja dan pelayanan.(ROM 12 : 11)

• 4. Jauhkanlah amarah karena amarah memakan energi yang berpengaruh buruk terhadap  fisik. (AMS 19 : 19)

• 5. Bila segala sesuatu dapat diselesaikan dengan ketenangan, mengapa harus dibarengi dengan ketegangan?  (AMS 17 : 19 - 20)

• 6. Kedengkian dan iri hati berpengaruh buruk terhadap peredaran darah dan jantung.  MAZ 37 : 1)

• 7. Hadapi orang yang sedang marah dengan tenang dan jangan masukkan dalam hati.

​(AMs 14 : 29)

• 8. Jangan mempedulikan hal2 yang dilakukan orang lain, bereaksilah dengan benar.  (ROM 12 : 17 - 21)

• 9. Dunia ini berputar, bila kita sedang berada di bawah, jangan putus asa, ada saatnya  kita pasti naik ke atas ber hati2 lah supaya kita tidak jatuh.    (2 KOR 4 : 17)

• 10. Hadapilah penderitaan dengan  percaya kepada Tuhan, karena penderitaan selalu membawa hikmah suatu kebahagiaan.  (KEJ 50 : 20)

•  11. Fisik harus kita jaga dengan olahraga dan makanan seh  (1 TIM 4 : 8)

•  12. Jangan lekas merasa tua karena dibanding dengan hari esok kita masih muda  sekarang ( AMS 3 : 1 - 7).